perlu disadari bahwa ahir akhir ini reyog yang di jadikan sebagai kebudayaan khas ponorogo sudah mulai luntur. itu terjadi malah justru dari masyaraka ponorogo sendiri. lihat saja di daerah-daerah pedesaan yang biasanya setiap ada hajat mereka menggelar reyog sekarang mereka harus berfikir ulang karena takut ketika pagelaran dimulai hal-hal yang tidak di inginkan bakal terjadi. seperti perkelahian,pertikaian, atau hal-hal lainya.
reyog merupakan kesenian khas asli ponorogo. saat ini telah menjadi aset yng tidak ternilai harganya. hingga di akhir-akhir ini sempat diklaim malaisyia karena keelokan serta makna filosofis yang terkandung didalamnya yang bayak.serta keindahan kesenian tersebut.
namun dalan pementesan budaya tersebut ada sebuah tradisi yng sulit dihilangkan adalah. budaya mabok alias minum-
minuman keras.yang mana itu sudah menjadi sebuah tradisi setiap pagelaran reyog.sementara dari personelnya merasa kurang PD kalau tidak meminum, minuman keras. sejak saat itu masyarakat berasumsi bahwa pagelaran seni budaya reyog di identikkan dengan mabok2an.
terkadang merka harus berkelahi oleh karena permasalahan keci saja. itu karena kesadaran mereka sudah hilang.pandangan kabur dan berkunang kunag . melihat teman aja seakan ganda. dengan alasan itu mereka mereka berkelahi.namun sebenarnya kebudayaan tersebu secara tidak sadar telah menciderai kebudayaan reyog itu sendiri.
bagaimana tidak,saat pagelaran reyog digelar para penonton harus melihat pemandangan yang sangat tidak diinginkan oleh mereka. dan pemandangan tersebut akan dirasakan oleh penonton dan akhirnya akan menimbulkan ketidak nyamanan dalam menikmati reyog itu sendiri. selain itu harus di sadari bahwa tradisi itu sangat merusak mental bangsa.
sebenarnya itu semua dapat dihindari apabila dari semua pihak mau berperan serta untuk kemajuan reyog itu sendiri.






0 komentar:
Posting Komentar